Projek untuk pembangunan tenaga surya akan segera di bangun. Projek ini di tunggangi oleh dua negara maju di Asia , Jepang dan Saudi Arabia. Masayoshi Son , seorang CEO di sebuah perusahaan teknologi jepang melakukan pertemuan dangan pengeran Saudi Arabia. Pertemuan ini dilakukan di New York pada 27 Maret 2018 yang lalu.Dalam pertemuan ini mereka mengatakan akan membuat projek tenaga surya terbesar di dunia.Projek ini rencananya akan di biayai oleh SoftBank Vision Fund senilai $ 93 miliar, di mana Arab Saudi adalah pemberi dana terbesar.
Dalam projek ini selain membutuhkan dana yang besar , juga membutuhkan waktu yang lama. Son mengatakan bahwa dalam rencananya projek ini akan selesai dalam waktu yang lebih dari satu dekade.Untuk target yang mereka pikirkan sekarang ialah selesai pada tahun 2030. Son mengatakan mereka akan menyelesaikan untuk membangun beberapa fasilitas seperti pusat penelitian dan pengembangan , sehingga teknologi baru akan terus berkembang.
Projek ini di targetkan untuk bisa menghasilkan 200 gigawatt energi, jauh lebih banyak dari sekian banyak projek tenaga surya yang sudah ada.Energi yang besar ini akan menyediakan daya yang cukup untuk menyalakan 20 miliar lampu LED secara bersamaan.Tetapi rencana itu bukanlah rencana yang ditulis diatas batu.Son dan Salman lebih memilih untuk menandatangani nota kesepahaman dari pada perjanjian formal yang mengikat.
Dari pihak saudi arabia sendiri , Pangeran Salman ingin melepaskan negaranya dari kecanduannya terhadap minyak bumi dan disversifikasi ekonomi.Upaya upaya tersebut di realisasikan dalam bentuk investasi profil tinggi terhadap perkembangan teknologi di dunia.
Projek baru ini akan melibatkan pembangunan taman surya diseluruh Arab Saudi dan baterai besar untuk menyimpan energi yang dihasilkan oleh panel.Son memperkirakan bahwa proyek ini akan menciptakan 100.000 pekerjaan dan menghemat biaya produksi pembangkit listrik Arab Saudi sebesar $ 40 miliar. Ia juga memperkirakan akan menambah $ 12 miliar untuk produk domestik bruto negara itu.
Instalasi panel surya dalam projek ini rencananya akan dimulai pada tahun ini dan projek akan menghasilkan listrik pada pertengahan tahun depan. Komponen panel surya pertama akan diimpor dari produsen yang mapan , tetapi semua peralatan untuk projek tersebut aka di produksi di Arab Saudi setelah beberapa tahun setelah projek di kerjakan.

0 Response to "Proyek Tenaga Surya Terbesar Di Dunia Senilai $200 Miliar"
Posting Komentar